Selasa, 02 Juni 2015

Hope and Loss



Hidup ini sungguh lucu. Sering sekali kita merasakan kehilangan, padahal kita tak pernah mempunyai kesempatan untuk benar-benar memilikinya. Sering sekali kita ingin memiliki sesuatu selamanya, padahal tak ada sesuatu yang abadi di bumi ini, semuanya hanya sekedar "numpang lewat". Sesuatu yang “numpang lewat” itu terkadang menipu kita dengan memunculkan semua ilusi-ilusi yang kita rangsang kemunculannya dengan harapan yang tinggi dan angan-angan yang terlalu jauh.


Hidup ini aneh. Kita terlalu sering memenuhi hati ini dengan banyak harapan (yang tak tahu bila harapan itu ternyata) kosong dan mungkin akan kandas dengan sekelebat takdirNya. Ketika harapan tak tersulap menjadi kenyataan, kita sendiri yang tertatih sedih karena merasa kehilangan. Hey, tunggu. Mengapa harus merasa kehilangan, toh kita tak pernah memiliki kenyataan itu. Kenyataan yang tak tergenggam dan kandas disapu oleh takdir.


Hidup ini sebuah kebohongan. Sebenarnya bukan kebohongan, namun kita sendiri lah yang merasa sudah dibohongi oleh bayangan-bayangan yang telah kita ciptakan sendiri. Bayangan itu adalah bayang-bayang harapan dari orang lain. Kau bingung mengapa ku sebut “bayang-bayang harapan orang lain?” ku pikir tidak, karena aku yakin kau pernah berharap banyak kepada seseorang. Bagaimana rasanya? Sudah pasti pahit. Bila pahit diibaratkan sebagai basa, maka cara menetralkannya adalah dengan asam. Asam-asam doa yang kuat dan bisa menembus langit, yang bisa menetralkan harapan itu. Tak perlulah berharap banyak pada manusia. Sudah jutaan manusia yang tergores hatinya karena berharap pada makhluk sesamanya.


Hidup ini memang tak semudah 1+1=2 bila kita terlalu banyak berharap untuk banyak memiliki layaknya 1+1=100. Banyak berharap memunculkan banyak persepsi yang dapat menciptakan rasa kegirangan atau kesenangan semu. Sebenarnya kita tak sadar bila kesenangan itu semu. Kita baru akan menyadarinya bila kesenangan semu itu memudar menjadi kesedihan yang benar-benar nyata menusuk hati. Disitulah kita kembali merasa kehilangan, lalu menganggap hidup itu tak adil. Rasa tak adil itu sebenarnya kita sendiri yang membuatnya ada. Terlalu banyak khayalan dan berfantasi ria dengan hal-hal yang menyenangkan hati. Kesenangan kosong yang tak ada artinya!

Sabtu, 30 Mei 2015

Jangan Samakan Batu Granit dengan Kopi Seribuan


"Batu Granit yang Cantik"
sesungguhnya itu dalah arti dari nama panjangku, yaitu Granita Ghassini.

eh tunggu dulu, pasti sebagian dari kalian berpikir bila namaku seperti merek kopi. merek kopi yang orang bilang harganya seribuan dan dijual di warung pinggir jalan terdekat. Kopi yang mendadak booming saat aku SMP dan teman-temanku kala itu sering sekali menyamai namaku itu dengan kopi seribuan itu. 

Antara kesal dan ingin tertawa. Apa sebenarnya yang dipikirkan para pendiri dan pemilik kopi seribuan itu sehingga nama "granita" muncul di kepala mereka dan nama itu dipublikasikan dalam sebuah nama merek kopi. Kerena pemikiran mereka itu aku seringkali jadi bahan bercandaan teman-temanku karena namaku serupa dengan merek kopi seribuan itu.

Setiap aku bertemu orang-orang baru dan memperkenalkan diriku, pasti salah satu atau salah dua dari mereka berkomentar "ih nama lo kayak nama kopi seribuan", well, aku cuma bisa tersenyum dan menjelaskan apa makna dari namaku yang sebenarnya. Itulah mengapa aku kadang malas mengenalkan nama panjangku karena akan selalu bermunculan komentar serupa.

Sesungguhnya aku juga tak mengerti, darimana ayahku mendapatkan ide memberi nama anak gadisnya ini dengan nama "granita". Mungkin karena ayah lulusan teknik pertambangan dan dalam kerja praktiknya dahulu sering menemukan jenis batuan beku nan indah bernama batu granit. mungkin juga dari situ ia mendapatkan ide untuk menamai anaknya "Granita". Granita yang artinya batu granit, yang setauku nama granit ini berasal dari kata granum yang artinya "butir padi". Lalu apa hubungannya batu granit dengan butir padi? aku tak tau, mungkin anak pertambangan, geografi, geologi bisa menjelaskannya.. ha-ha-ha

Selain itu, menurut sumber yang ku baca, batu granit merupakan batu penanda benua, bahkan batu penanda planet bumi. Batu granit ini yang menjadi pembeda antara bumi dengan planet lain. Setelah tahu tentang hal ini, maka bermunculan rasa bangga memiliki nama granita. ha-ha-ha
Beberapa fakta lain mengenai batu granit , yaitu batu granit mengandung mineral kuarsa dan feldspar. Kedua mineral ini yang membuat batu granit menghasilkan cahaya terang, mulai dari merah muda hingga putih. Batu granit sifatnya keras dan kokoh. Batu granit terbentuk dari magma di perut bumi.

Yap, ku bisa mengambil kesimpulan dari hipotesis ku selama ini mengapa ayah memberiku nama granit. 
Pertama, ayah ingin aku kuat dan kokoh layaknya batu granit  yang bisa bertahan dalam kondisi apapun, bukan seperti kopi granita yang cair dan terdapat tanggal kadaluarsanya.

Kedua, ayah ingin aku lahir dan tumbuh menjadi wanita cantik dan 'mahal', bukan seperti kopi granita yang (kata orang) manis namun bisa bebas dinikmati siapa saja

Ketiga, ayah ingin aku terlihat berbeda dengan orang lain layaknya batu granit yang merupakan batu penanda planet bumi dengan yang lainnya. Berbeda dalam artian unik.

Keempat, mungkin saja ayahku ingin anaknya ini menghasilkan pancaran 'cahaya' layaknya batu granit yang memiliki mineral kuarsa dan feldspar. Ayah ingin dalam diriku terkandung hal-hal baik layaknya kuarsa dan feldspar. Dari hal-hal baik itu diharapkan bisa terpancar pesona aura kebaikan yang bermanfaat untuk orang lain.

Kelima, ayah ingin aku kuat dalam menghadapi 'panasnya' tekanan dan cobaan hidup. diharapkan aku bisa menjadi pribadi yang kokoh setelah dibentuk melalui tekanan dan ujian hidup yang besar. Layaknya batu granit yang terbentuk dari panasnya magma di perut bumi dan akhirnya menjadi sebuah batu yang cantik dan banyak dicari orang.

Keenam, karena batu granit sifatnya kuat dan kokoh, maka batu granit sering digunakan sebagai material konstruksi bangunan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa ayah ingin aku menjadi kokoh untuk menopang konstruksi  'bangunan' keluarga di rumah. Well, dan sekarang aku sedang ditempa untuk menjadi seperti itu karena Ayah telah tiada :') 

Seharusnya aku harus banyak berterimakasih kepada Ayah karena beliau telah memberi ku nama "Granita Ghassini", yang artinya batu granit yang cantik, bukan kopi granita yang cantik, hahaha -_-
karena nama adalah doa, semoga doa pemberianmu senantiasa menjadi cerminan hidupku selamanya. aamiin :)

so, jangan samakan batu granit dengan kopi seribuan :p

*by the way, penulis gak bermaksud menjelekkan atau mempromosikan merek kopi yang diseutkan barusan. Mohon maaf bila ada pihak yang tersinggung :D




Kamis, 16 April 2015

Rindu Sepahit Kopi Hitam




Kamu tahu bagaimana kopi hitam itu?
Pekat, hitam, pahit..
Bahkan terkadang kau tak bisa melihat bayanganmu di permukaan kopi pahit itu

Begitulah rasa rindu
Iyaa
Rindu terasa pekat. kental. Kental akan perasaan perih. Tahukah kamu? bagaimana perih itu datang?
perih berkembang seraya diri dan hati ini harus memendam sendiri rasa rindu

Rindu itu akan menyayat hati dengan abadi jika rindu tak pernah bertemu obatnya
siapakah obatnya? Tak perlu ku jelaskan karena memang tak penting untuk disebutkan. Jika ku menyebutkannya maka tak menjami obatnya akan muncul di depan mata saat ini juga.

Rindu itu hitam. Iya, hitam Mengapa ku sebut hitam? karena  rindu datang diakibatkan dari banyaknya kenangan hitam. Apa itu kenangan hitam? kenangan yang tentunya menggoreskan hati. 
Mungkin banyak orang bilang rindu datang karena kenangan manis yang tak bisa diulang. Tapi aku berkesimpulan, rindu datang ketika hati ini kehilangan kepingannya. sama seperti puzzel yang satu bahkan lebih kepingannya hilang begitu saja.
Jadi tak salah bila ku katakan rindu hadir karena rasa kehilangan itu terus menerus dirasakan. Jangan salahkan aku jika ku berpendapat bahwa kehilangan merupakan salah satu bagian dari kenangan hitam.

Rindu itu pahit. Iyaaa sungguh pahit..
sebenarnya siapakah yang memubuat pahit? aku atau kamu?
Entahlah, mungkin rasa pahit ini aku yang membuatnya sendiri diluar nalar dan logika ku, mengadukkan rasa rindu itu dengan campuran sisa kepingann perasaan yang aku tak tau kapan usai.

Kadang pula di dalam rindu ini aku tak bisa melihat bayanganmu lagi karena sudah semakin hitam dan pekatnya rasa rindu ini. Bahkan aku hampir lupa wajahmu. Dapat disimpulkan bahwa aku tak berani lagi melihat foto-foto mu secara sengaja. Bahkan bertahun-tahun dapat kupastikan kita tak pernah lagi saling tatap. Sesekali tak sengaja ku lihat foto mu di sosial media. itu sudah cukup.

kamu tahu? lelahku tak berujung. Iyaa tak berujung.. 
sama seperti rindu ini yang terus menerus mengalir begitu saja dalam pipa waktu. 
sama seperti rindu ini yang terus menerus mengetuk pintu hatiku dari dalam, namun belum ada kuncinya, sehingga rindu ini masih terpenjarakan di dalam hati
sama seperti rindu ini yang terus menerus memancarkan radiasi ke seluruh perasaanku

Namun aku bisa apa?
Aku cuma bisa berdoa kelak rindu ini akan segera luruh dengan berkurangnya jarak kita berjalan menuju satu titik. Titik dimana rindu dan semua jarak akan luruh. Titik dimana semua yang dilarang akan menjadi halal.

Tapi apakah kamu orang itu? entahlah...
ku hanya bisa berharap semoga kamu yang jadi kunci pintu hatiku, kunci yang bisa mengeluarkan rindu di balik intu itu
ku hanya bisa bermimpi kamu yang bisa menghentikan aliran rindu dalam pipa waktu
ku hanya bisa berdoa supaya kamu yang jadi penangkal akan radiasi rindu itu..





Sesungguhnya Aku Tak Menyangka


ini tentang rindu seorang gadis kepada lawan jenis.
lawan jenis? ya tentu...
siapakah dia?
mengapa seorang gadis itu rindu padanya?
Gadis itu yakin bahwa lelaki itu juga rindu padanya

Siapa gadis itu? sebut saja Aku
Siapa lelaki itu? Sebut saja Papa

Jumat, 28 November 2014
Papa, tahukah engkau? hari itu hujan lebat. Bahkan aku terpenjara dirumah sendiri ketika keinginanku untuk pergi ke rumah sakit tempat dimana engkau menghembuskan nafas terakhir sangat menggebu

Papa, tahukah? ku tak pernah menyangka bahwa hari Kamis malam tanggal 27 November 2014 adalah hari terakhir aku menaiki motor berdua denganmu. Sungguh aku tak punya firasat apapun. Tapi tak biasanya malam itu engkau diam menundukkan kepalamu ketika menungguku di depan tempat fotocopy itu. Sepanjang jalan kau pun terdiam

Papa, sesungguhnya aku menyesal karena pada malam itu aku tak menghiraukan nasihatmu. Karena pada malam itu aku pulang malam untuk menuntaskan amanahku di kampus. Terpancar rasa khawatirmu karena anak gadismu ini terlalu sering pulang malam

Papa, sesungguhnya aku tak pernah berpikir bahwa liburan bersama keluarga kemarin di Lampung merupakan liburan terakhir denganmu.

Papa, sesungguhnya aku tak menyangka bahwa pada hari Selasa tanggal 25 November 2014 adalah hari terakhir engkau memberikanku uang sangu. Yaa itu, hari terakhir kau memberikanku uang jajan.

Papa, sesungguhnya aku tak pernah menyangka bahwa nasihatmu agar aku bisa mengendarai motor dengan lancara agar tak menyusahkan adik merupakan nasihat terakhir yang kau ucapkan dimalam sebelum kau menghembuskan nafas terakhir.

Papa, ku tau engkau sering sekali keluar kota. Bahkan aku tak menyangka bahwa Semarang adalah kota terakhir yang kau kunjungi. Kota dimana kau menjalankan tugasmu untuk mencari nafkah

Papa, aku tak menyangka kau akan meninggalkan aku saat aku belum wisuda. Padahal janjiku dalam hati agar lulus tepat waktu dan berfoto wisuda bersama mama, papa, dan adik-adik. Ah tapi apa daya, itu cuma janji yang belum sempat ku buktikan padamu.

Papa, sesuangguhnya aku tak menyangka......... kau secepat ini pergi.
Padahal belum sempat melihat aku berjuang pada skripsi, lulus dan memakai toga.

Rabu, 09 Juli 2014

Lihatlah dan Tengoklah




A blinding flash of white lightLit up the sky over Gaza tonightPeople running for coverNot knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planesWith ravaging fiery flamesAnd nothing remainsJust a voice rising up in the smoky haze
We will not go downIn the night, without a fightYou can burn up our mosques and our homes and our schoolsBut our spirit will never dieWe will not go downIn Gaza tonight
Women and children alikeMurdered and massacred night after nightWhile the so-called leaders of countries afarDebated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vainAnd the bombs fell down like acid rainBut through the tears and the blood and the painYou can still hear that voice through the smoky haze

We will not go downIn the night, without a fightYou can burn up our mosques and our homes and our schoolsBut our spirit will never dieWe will not go downIn Gaza tonight
Lagu ini tentunya gak asing lagi buat kita. yap, lagu ini berjudul "We Will Not Go Down" yang dipopulerkan oleh Michael Heart.Menurut opiniku, lagu ini maknanya sangat dalam. Masalah Gaza ini bukan soal keagamaan, namun soal kemanusiaan dan pelanggaran HAM berat.Seperti apa yang diutarakan lagu ini, masjid dan sekolah dibakar. Wanita dan anak-anak terbunuh, serta kejadian mengerikan lainnya
Perhatian dunia pada derita Palestina sedang teralihkan dengan euforia Piala Dunia. belum lagi dengan Pesta Demokrasi di Indonesia yang peuh dengan nyinyir sana-sini, fitnah, serta adu domba. Hey open your eyes!!! kamu sedang senang merayakan pesta demokrasi di indonesia, sedangkan di Palestina sedang 'merayakan' perang dan tumpah darah parah mujahid.kamu mungkin tertawa karena tim jagoanmu di piala dunia menang dan tim lawan kalah, tapi tengoklah sejenak kondisi Palestina? Wajah mereka penuh dengan air mata, darah, dan keringat. Tak ada tawa, tak ada canda. 
Kamu bisa tidur enak beralaskan kasur empuk dan selimut yang hangat dan berteduhkan rumah yang nyaman. Tapi lihatlah dan rasakan derita saudara-saudara kita di Gaza? Rumah mereka hancur oleh bom dan tank sana-sini. Tentulah mereka tak bisa tidur nyenyak... yang ada berjuang terus melawan zionis sampai titik darah penghabisan
Kamu sudah punya fasilitas ibadah yang memadai.. masjid dan mushalla disekelilingmu, tempat yang nyaman untuk berdoa dan beribadah.. tapi kenapa kamu masih malas-malasan ibadah? Padahal saudara-saudara disana kita terus-terusan berdoa dan ibadah ditengah lingkungan yang tidak kondusif dan mengancam keselamatan mereka sewaktu-waktu
Lihatlah para bocah, anak-anak, remaja, anak muda disana sama-sama menyisihkan waktu, tenaga, dan masa mudanya untuk berjihad di jalanNya, mereka tak ragu dan tak takut meneteskan darahnya di dunia, karena bisa jadi darah tersebut akan menjadi saksi di akhirat nanti. saksi mereka bertarung melawan zionis untuk menjaga tanah wakaf umat Islam..Hey tapi lihatlah para pemuda di Indonesia, hanya menghabiskan waktunya untuk menghamburkan uang orangtua. pergi ke mall, cafe, becanda ha-ha-hi-hi, pacaran, berduaan. Lihatlah para pemuda ini telah terlena akan kehidupan dunia.
Lihatlah para pemuda di Indonesia asik terlena dengan nyanyian dan lagu-lagu. Mulut mereka bersenandung lagu-lagu galau. Telinga mereka dengarkan nyanyian-nyanyian galau. Tapi coba tengoklah lagi para pemuda disana, tak ada waktu unuk mendengarkan nyanyian-nyanyian seperti itu. Lantunan ayat suci Al-Qur'an yang mereka ucapkan untuk memperkaya hapalan surat cintaNya. Mengukir berbait-bait doa lewat ucapan.. Doa yang menjadi senjata untuk menghadapi laknatullah. Apa yang mereka dengar sehari-hari? desingan peluru, tank, bom, granat, pesawat yang tip hari lalu lalang tak kenal waktu.
Lihatlah Indonesia yang saat ini dihujani air dari permadani langit. Begitu sejuk bukan? namun mengapa masih banyak yang tak bersyukur? mulut penuh keluhan dan kosong ucapan syukur.Tapi tengoklah keadaan di Gaza.. tengoklah sekali lagi mereka yang selalu dihujani peluru dari pesawat-pesawat dengan desingan yang tiap waktu datang. Apakah mereka mengeluh? TIDAK!! mereka justru selalu ucapan 'Alhamdulillah' dengan keadaan mereka sekarang
Hey lihatlah di Indonesia, orangtua mengizinkan anaknya untuk pergi berdua dengan yang belum halal, mengizinkan anak mereka keluar rumah untuk berpacaran.. Tapi lihatlah kembali para orangtua di Gaza yang mengizinkan dan memberi restu anaknya untuk keluar rumah, tentunya untuk mengerahkan segala tenaga mereka melawan kekuatan militer Israel hanya dengan sebongkah batu. Ironis bukan? 
Tengoklah Indonesia yang para pelajarnya tawuran sana-sini. mati dengan sia-sia dengan luka bacok dan sabetan benda tajam. Tapi lihatlah kembali para pemuda di Gaza melempar batu ke arah zionis. HANYA BATU dan DOA yang menjadi senjata meraka. lihatlah mereka mati dibakar, dibunuh, ditembak oleh zionis. Mereka tidak mati sia-sia.. Allah telah menyiapkan rumah yang indah dengan segala kenyamanannya di surga. Darah segar yang mengucur menjadi saksi perjuangan mereka.
Lihatlah kebiasaanmu membuang makanan dan minuman. lihatlah kebiasaanmu yang tidak menghabiskan makanan. Namun, tengoklah masyarakat Gaza yang setiap harinya kekurangan makanan.. bayangkan mereka kelaparan di dalam rumah, di tengah kepungan zionis.. Masihkah kau tak bersyukur dengan makanan yang ada?
Lihatlah pemuda disini menangis dan membuang air mata hanya karena cinta, patah hati, dan putus dari pacar.... Air mata mereka terbuang sia-siaNamun tengoklah anak-anak dan pemuda disana yang mengeluarkan air matanya karena sedih ditinggal teman, kerabat, orangtua karena terbuhun zionis. tengoklah pemuda yang mengeluarkan air matanya untuk berjihad di jalan Allah. Air mata mereka juga akan menjadi saksi atas perjuangan mereka
Wahai para mujahid yang mati syahid di Tanah Gaza..Terimakasih telah mempertahankan tanah warisan umat Islam..Terimakasih telah mengucurkan darah dan keringat..Terimakasih telah mengorbankan waktu dan nyawa..
Doa kami selalu menyertai para mujahid..Doa kami selalu mengalir..Doa kami selalu ada..Semoga doa kami bisa menjadi senjata untuk melawan zionis itu..Doa yang tak dimiliki para kafir itu...
Semoga darah, keringat, air mata para mujahid menjadi saksi perjuangan yang tentunya akan menambah beban timbangan amal baik...
Surga firdaus untuk para mujahid, In shaa Allah telah disiapkan..AllahuAkbar..
#SavePalestine#PrayForGaza
-bantulah dengan perbuatan, jika tak mampu bantulah dengan harta, jika masih tak mampu maka bantulah dengan doa-

Selasa, 08 Juli 2014

ironisnya pesta demokrasi

Ada yang tau tanggal 9 Juli ada apaan? harusnya sih kalo lo orang Indonesia pasti tau.
'9 juli itu ulangtahun gue', '9 juli itu hari anniv gue'.. haha no.. no..no
9 juli 2014, puncaknya pesta demokrasi dimulai.. well, apaan tuh pesta demokrasi? momen dimana lo bisa bebas memilih pemimpin negeri ini dengan hati nurani lo..
gimana nih buat yang punya hati nurani? wkwk candaaa...
setiap orang punya hati nurani, tapi bagaimana dia bisa mengelolanya. apakah hatinya bernurani buruk atau baik?

plis, pilih pake hati nurani lo.. jangan terpengaruh FITNAH dan HINAAN TIMSES CAPRES. Banyak sih orang yang milih capres A karena termakan fitnah dari timses capres B. Sebaliknya, banyak orang yang milih capres B karena termakan fitnah timses capres A. Sebagai pemuda yang berpendidikan kita harus bisa memilah-milah mana yang bener mana yang cuma FITNAH.
Pilih lah capres yang emang dibutuhkan negara dan rakyat saat ini. buang deh tuh jauh-jauh segala pikiran negatif lo sama capres-capres itu. semua calon pemimpin negeri ini bagus dan punya kapabilitas yang berkompeten. mereka aja adem ayem aja tuh, masa timses nya saling fitnah. gak kalah lagi sama para mahasiswa yang saking kritisnya, komentarin semua capres2.. mending komentarin yang bagus-bagus, lah ini komentarin yang jelek-jelek soal capres..
Ironis nya, sesuatu yang jelek-jelek itu belum tentu kebenarannya. bener enggak, fitnah iya.

ah sorry kata-kata gue diatas mungkin terlalu keras. jujur sih gue kesel sama orang-orang yang suka ngejelekkin capres. woy, mereka itu calon pemimpin negera, apakah pantas lidah-lidah tak bertulang lo semua menghina mereka? inget yaa mereka juga punya sisi baik. jangan cuma melihat sisi buruk aja. mereka udah nyumbangin kontribusi untuk negara. lah sedangkan buat lo yang udah menghina-hina dan fitnah? emang  apa yang udah lo lakuin buat negara? ngakunya perangi korupsi tapi masih aja plagiat. ngakunya cinta kebersihan lingkungan tapi masih buang sampah sembarangan. ngakunya cinta damai tapi masih tawuran.

Siapapun presidennya nanti, negara juga akan begini-gini aja kalo pemudanya gak berubah.
gue sih bukan sok bener, tapi cuma mengutarakan isi hati gue yang kesel banget sama orang-orang yang menghina capres. apalagi di sosial media.. ahaha hampir tiap hari setiap gue buka sosmed selalu ada aja link atau status yang isinya hinaan. miris yaaa, seorang calon pemimpin dihina calon rakyatnya sendiri..
Terlalu fanatis sama capres juga gak baik. fanatisme bisa memecah ukhuwah.

Well, disisi lain dari kasus hinaan ada lagi nih orang-orang yang apatis sama pemilu. mungkin karena krisis kepercayaan kali yaa sama pemimpin-pemimpin yang banyak janji. wajar sih kalo krisis kepercayaan, tapi jangan sampe bikin lo apatis dan acuh tak acuh sama politik dan pemilu yaa karena bagaimana pun juga lo ssebagai pemuda yang akan meneruskan generasi-generasi ini.
Mungkin banyak orang yang menganggap politik itu kotor. actually, gue juga dulu sempet mikir gitu. Tapi gue   berusaha berpikir lagi. yang kotor itu bukan politiknya tapi oknum-oknumnya..
nah coba bayangin, kalo kita sebagai pemuda aja udah cuek, gimana nasib politik kedepannya? makin banyak oknum-oknum kotor yang menduduki bangku politk. dengan peduli politik, kita bisa berkaca dari kesalahan-kesalahan oknum-oknum politik. dengan berkaca, mudah-mudahan kita bisa memperbaikinya untuk indonesia yang lebih baik..

yaa kalo lo emang gak tertarik politik, setidaknya lo memilih pemimpin yang tepat dengan hati nurani lo, dengan pikiran yang jernih. janganGOLPUT guys, satu suara itu sangat penting. cuma orang-orang apatis yang bilang kalo satu suara itu gak ngaruh..
lagian kasian tuh negara undah ngeluarin biaya yang gak sedikit buat nyelenggarain pemilu, tapi lo malah melewatkan hak dan kesempatan lo buat memilih.. biaya yang gak sedikit itu berasal dari APBN yang dimana APBN itu berasal dari PPN 10% yang udah lo bayarin setiap lo beli makanan di restoran, supermarket, dll.. makanya rugi banget kalo lo sampe golput.

KARENA SATU SUARA MENENTUKAN PEMIMPIN YANG KAN MEMBAWA NEGERI INI KEDEPANNYA

#SalamSemangat













Senin, 07 Juli 2014

Romansa Hujan

Hujan..
Tatkala turun dari peraduannya di langit, aku hanya termenung..
Pikiranku melayang jauh, entah kemana...
Kagumi hujan hingga diam membisu, layaknya kagumi dirimu..
Ah kenapa harus dirimu? kenapa?

Usahaku menghapus semua memori tentangmu sepertinya sia-sia..
Memori itu tertanam kuat..
aku tak pandai melangkah ke depan karena kakiku masih tertahan rantai masa lalu...

Maafkan aku,
Tak bisa menghapus lukisan masa lalu..
Maafkan aku,
Tak bisa lepas dari masa lalu..

Allah, ampuni aku..
yang lancang memkirkan apa yang belum halal untukku
Allah, ampuni aku..
yang masih terbayang dengan apa yang belum ditakdirkan untukku

Hujan memang selalu membawa romansa tersendiri..
Romansa yang cuma aku yang merasakan
Romansa mengingat masa lalu
Romansa mengintip memori lalu

Ah sudahlah
Maafkan aku Allah..
Lancang sekali aku mengingat makhluk yang jelas-jelas belum halal bagiku