Jumat, 09 September 2016

Bitter


"Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia." (Ali bin Abi Thalib)
Ketika kita merasa ngantuk, kita akan cenderung memilih kopi ketimbang sirup untuk menahan rasa kantuk. Kita tahu bahwa konsekuensi meminum kopi itu akan merasakan pahit. Dibalik kepahitannya, tentu saja berkhasiat menahan kantuk. 

Sesuatu yang berlebihan tidaklah baik, begitu juga berlebihan dalam meminum kopi. Hanya orang kuat yang cenderung tidak merasakan efek dari mengkonsumsi kopi berlebihan. Bagi yang tidak kuat menahannya, mungkin akan terkena efek maag dan mual-mual. 

Bila saja kita meminum sirup saat mengantuk, tentu tidak akan berefek apapun, rasa kantuk tak akan kunjung hilang. Namun, kita tidak akan merasakan konsekuensi dari rasa pahit, karena seperti kita tahu bahwa sirup itu rasanya manis.

Semua pilihan ada konsekuensinya. 

Hidup punya banyak pilihan. 

Jikalau memilihmu seperti memilih untuk meminum kopi, maka aku akan tidak kecewa karena aku bisa menahan kantukku, meskipun pahit. Aku akan mengkonsumsinya dalam batas yang wajar. Bilamana aku mengkonsumsinya diluar batas yang wajar, tentu aku akan tetap merasakan kecewa karena sakitnya lambung ini.

Jikalau memilihmu seperti memilih untuk meminum sirup, maka tentunya aku akan tetap mengantuk, namun di satu sisi aku merasakan rasa manisnya. Namun tetap saja aku kecewa, karena rasa kantukku tak kunjung hilang

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ketahuilah, rasa pahit tak selamanya mengecewakan, selama masih dalam batas yang wajar


Tetapi ku rasa, memilihmu itu bagaikan memilih sirup, manis namun mengecewakan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar